GUNDIH, GROBOGAN RAYA (09/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Gundih bersama Korem 073/Makutarama dan Kodim 0717/Grobogan melakukan survei lapangan di kawasan hutan Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Kamis (09/04).
Survei ini dilakukan untuk meninjau rencana pembangunan Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan. Peninjauan difokuskan pada sejumlah titik di BKPH Monggot, tepatnya di Petak 57 dan 58 RPH Getas. Langkah ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional di bidang pertahanan.
Administratur KPH Gundih Haris Setiana menyatakan dukungannya terhadap penguatan fasilitas pertahanan negara. Namun, ia menekankan bahwa penggunaan lahan hutan harus mengacu pada regulasi yang berlaku.
“Seluruh proses harus tetap mengacu pada regulasi pengelolaan kawasan hutan yang berlaku agar manfaatnya tetap berkelanjutan,” ujar Administratur KPH Gundih Haris Setiana.
Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael menilai pembangunan markas baru ini berpotensi memicu pertumbuhan ekonomi lokal. Meski demikian, ia mengingatkan agar pembangunan tersebut tidak mengabaikan jati diri kawasan dan kualitas lingkungan.
“Tantangan terbesar adalah menciptakan kawasan yang berkualitas dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat tanpa merusak ekosistem,” kata Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael.
Ia juga menekankan pentingnya pengendalian aktivitas manusia di dalam hutan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan seperti yang terjadi di beberapa daerah wisata lainnya.
Survei ini merupakan tahap awal untuk memastikan kesiapan teknis dan aksesibilitas lokasi sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik. Kerja sama ini diharapkan mampu menyeimbangkan kebutuhan infrastruktur militer strategis dengan fungsi hutan sebagai paru-paru wilayah Grobogan. (Gdh/Dwi)
Editor: Aris
Copyright © 2026