PURWODADI, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus melakukan upaya pengawalan pertumbuhan tanaman hutan guna memastikan keberhasilan pembangunan hutan yang berkelanjutan. Salah satunya melalui kegiatan pengecekan tanaman jati tahun ke II (tanaman tahun 2025) yang berada di Petak 83 D seluas 6,3 hektare wilayah hutan RPH Jangglengan BKPH Jatipohon, bersama masyarakat pesanggem dan anggota LMDH Ngudi Makmur Desa Katekan, pada Sabtu (25/04).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran Perhutani BKPH Jatipohon ini bertujuan untuk memantau kondisi pertumbuhan tanaman pokok jenis Jati Plus Perhutani (JPP) yang dikembangkan menggunakan metode stek pucuk (SP). Metode ini dikenal mampu menghasilkan bibit unggul dengan pertumbuhan lebih cepat, batang lebih lurus, serta kualitas kayu yang lebih baik dibandingkan tanaman jati konvensional.
Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, petugas Perhutani bersama pesanggem juga melakukan evaluasi terhadap kondisi lapangan, meliputi tingkat keberhasilan tumbuh, kondisi tanah, serta potensi gangguan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman seperti gulma, hama, maupun faktor lingkungan lainnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembinaan kepada masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan hutan melalui skema kemitraan kehutanan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan tanaman merupakan bagian penting dalam pengelolaan hutan produksi untuk memastikan keberhasilan tanaman sejak awal pertumbuhan.
“Pengecekan tanaman ini merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam mengawal keberhasilan tanaman jati unggul JPP yang ditanam pada tahun 2025. Dengan pengawasan yang baik serta dukungan masyarakat pesanggem dan LMDH, diharapkan tanaman dapat tumbuh optimal sehingga nantinya mampu menghasilkan tegakan hutan yang berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi maupun ekologis bagi masyarakat dan lingkungan,” jelas Tutut.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan hutan serta mencegah terjadinya gangguan keamanan hutan.
Sementara itu, Ketua LMDH Ngudi Makmur, Wagiyo, mengapresiasi langkah Perhutani yang terus melibatkan masyarakat dalam pengelolaan hutan, khususnya dalam kegiatan pemeliharaan dan pengawasan tanaman.
“Kami dari LMDH Ngudi Makmur bersama para pesanggem siap mendukung Perhutani dalam menjaga dan merawat tanaman jati yang ada di wilayah ini. Dengan adanya kerja sama yang baik, kami berharap hutan tetap terjaga, tanaman dapat tumbuh dengan baik, dan masyarakat juga dapat merasakan manfaat dari keberadaan hutan,” ungkap Wagiyo.
Melalui kegiatan pengecekan dan pengawalan pertumbuhan tanaman secara rutin, Perhutani KPH Purwodadi berharap keberhasilan tanaman jati di wilayah BKPH Jatipohon dapat terus meningkat, sehingga mampu mendukung kelestarian hutan sekaligus meningkatkan fungsi ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Editor: Aris