PATI (11/03/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pati mendukung program Asta Cita pemerintah dengan mendampingi jajaran Mabes TNI yang dipimpin Kolonel A. Wisnu bersama Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm. Ranna Hidfitriyadi melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan Batalyon Ketahanan Pangan (Yon TP) dan marshalling area di kawasan hutan Perhutani, Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Rabu (11/03).
Peninjauan lokasi tersebut dilakukan dalam rangka rencana pembangunan Batalyon Ketahanan Pangan, sebagai bagian dari program strategis untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan serta ketahanan pangan menuju swasembada pangan nasional. Selain jajaran TNI dan Perhutani, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Polres Jepara serta Pemerintah Kabupaten Jepara.
Administratur/KKPH Pati Sukmono Edwi Susanto menyampaikan bahwa Perhutani menyambut baik serta mendukung rencana pemanfaatan kawasan hutan negara untuk kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Ia menegaskan bahwa Perhutani siap bersinergi dengan TNI dalam rangka optimalisasi pemanfaatan lahan negara untuk kepentingan masyarakat serta penguatan ketahanan pangan di daerah. Adapun lokasi yang ditinjau merupakan kawasan hutan produksi kelola Perhutani KPH Pati yang berada di Petak 27, Petak 28, dan Petak 29 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bondo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Klumobangsri dengan luas kurang lebih 50 hektare.
Menurutnya, kolaborasi antara Perhutani dan TNI diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat sekitar kawasan hutan, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan serta kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm. Ranna Hidfitriyadi melakukan pengecekan langsung ke lokasi calon pembangunan Yon TP untuk memastikan kesiapan lahan sebelum proses pembangunan dimulai. Kehadiran jajaran Mabes TNI dalam kegiatan tersebut menegaskan keseriusan dalam rencana pembangunan satuan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi akses jalan, sistem drainase, hingga kelayakan lahan untuk pembangunan fasilitas militer. Hal tersebut dilakukan guna memastikan bahwa lahan yang disiapkan telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan oleh TNI Angkatan Darat.
Selain aspek teknis, pihak Kodim juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat agar proses pembangunan serta aktivitas Yon TP ke depan dapat berjalan selaras dengan lingkungan sekitar. Satuan ini diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan daerah, mengingat wilayah Jepara memiliki potensi sebagai salah satu lumbung pertanian.
“TNI tidak hanya berperan dalam menjaga kedaulatan negara dari aspek pertahanan, tetapi juga turut aktif dalam menjaga kedaulatan pangan berbasis komunitas dengan melibatkan masyarakat sekitar serta para pemangku kepentingan lainnya,” pungkasnya. (Pti/Rsw)
Editor: Aris
Copyright © 2026