PURWODADI, (09/03/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menerima kunjungan dari perwakilan Pabrik Gula (PG) Trangkil dalam rangka pembahasan rencana kerja sama penyediaan bahan baku tebu giling melalui program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM). Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Perhutani KPH Purwodadi pada Senin (09/03).
Rombongan PG Trangkil diterima langsung oleh Administratur KPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan bersama jajaran manajemen. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menjajaki sinergi antara Perhutani dan PG Trangkil untuk mendukung program swasembada gula nasional melalui optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara produktif namun tetap memperhatikan prinsip kelestarian hutan.
Dalam kesempatan tersebut dibahas potensi penyediaan bahan baku tebu giling yang berasal dari program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) yang dikembangkan Perhutani di wilayah BKPH Bandung. Saat ini Perhutani KPH Purwodadi mengelola lahan seluas 17,1 hektare untuk kegiatan ATM yang tersebar di empat petak kawasan hutan BKPH Bandung, yaitu Petak 62F1 dan 62F2 seluas 9,3 hektare, Petak 47D seluas 4,0 hektare, serta Petak 49B seluas 3,9 hektare.
Keempat petak tersebut merupakan bagian dari kawasan hutan produksi yang dimanfaatkan secara optimal melalui pola agroforestry. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi perusahaan dan masyarakat sekitar hutan.
Melalui pola Agroforestry Tebu Mandiri, masyarakat sekitar hutan dilibatkan dalam kegiatan budidaya tebu dengan tetap memperhatikan aspek konservasi dan keberlanjutan fungsi hutan. Pada musim panen sebelumnya, tingkat produktivitas tebu dari lahan ATM di wilayah tersebut mencapai sekitar 80 persen, yang menunjukkan potensi cukup baik untuk mendukung pasokan bahan baku industri gula.
Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyampaikan bahwa Perhutani terus mendorong pemanfaatan kawasan hutan secara produktif melalui skema agroforestry yang tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan.
“Program Agroforestry Tebu Mandiri merupakan salah satu bentuk optimalisasi kawasan hutan yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi Perhutani dan masyarakat sekitar hutan, tetapi juga tetap menjaga fungsi kelestarian hutan. Kami menyambut baik rencana kerja sama dengan PG Trangkil sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada gula nasional,” ujar Untoro.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan pihak industri gula diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan program ATM sekaligus memperkuat peran Perhutani dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya pada sektor gula.
Sementara itu, perwakilan PG Trangkil, Hima, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Perhutani KPH Purwodadi serta potensi pengembangan tebu yang ada di kawasan hutan melalui pola agroforestry.
“Kami melihat potensi yang sangat baik dari program Agroforestry Tebu Mandiri yang dikembangkan Perhutani. Dengan produktivitas yang cukup baik, kami berharap kerja sama ini dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat pasokan bahan baku tebu bagi PG Trangkil sekaligus mendukung program swasembada gula nasional,” ungkapnya.
Melalui pertemuan ini diharapkan terjalin kerja sama yang saling menguntungkan antara Perhutani dan PG Trangkil, sehingga program Agroforestry Tebu Mandiri dapat terus berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, serta tetap menjaga kelestarian kawasan hutan.
Editor : Aris